Jerat Kemiskinan Nelayan dalam Cerpen “Di Laut Moyang, Saya Kembali Temukan Cinta” Karya Emroni Sianturi

Main Article Content

Daratul Baida
Abdurahman

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kemiskinan nelayan yang tergambar dalam cerpen "Di Laut Moyang, Saya Kembali Temukan Cinta" karya Emroni Sianturi. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerpen yang dimuat di Harian Kompas pada tanggal 18 Desember 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini merefleksikan tiga realitas sosial terkait kemiskinan nelayan, yaitu (1) sistem utang yang menjerat nelayan kepada pemilik kapal dan rentenir, (2) migrasi ke Malaysia sebagai upaya lepas dari kemiskinan yang berdampak pada keharmonisan keluarga, dan (3) ritual rokat tase' sebagai upaya mempertahankan identitas budaya nelayan di tengah tekanan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerpen tersebut secara kritis menggambarkan bagaimana kemiskinan struktural memaksa nelayan mengambil keputusan sulit untuk meninggalkan kampung halaman dan bagaimana kearifan lokal menjadi ruang untuk menemukan kembali identitas diri.

Article Details

Section
Articles