Relevansi Epistemologi Tafakkur dalam Al-Qur’an terhadap Metode Ilmiah Modern Perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas al-Attas
Main Article Content
Abstract
Perkembangan sains modern telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia, tetapi pada saat yang sama juga memperkuat paradigma epistemologi positivistik yang cenderung memisahkan aktivitas ilmiah dari dimensi spiritual dan metafisik. Kondisi tersebut melahirkan dikotomi antara agama dan sains, di mana agama dipahami terbatas pada wilayah moral dan spiritual, sedangkan sains diposisikan semata-mata sebagai aktivitas empiris dan rasional. Berbeda dengan paradigma tersebut, Al-Qur’an menawarkan konstruksi epistemologis yang integratif melalui konsep tafakkur, yaitu aktivitas reflektif yang memadukan observasi empiris, penggunaan akal, dan kesadaran spiritual dalam proses memperoleh pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep tafakkur dalam Al-Qur’an sebagai basis pengetahuan serta mengkaji relevansinya terhadap metode ilmiah modern dalam perspektif epistemologi Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan epistemologis. Sumber primer penelitian meliputi Al-Qur’an, kitab tafsir, serta pemikiran epistemologi Syed Muhammad Naquib al-Attas, sedangkan sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan epistemologi Islam, sains, dan filsafat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafakkur dalam Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas spiritual, tetapi merupakan mekanisme epistemologis yang melibatkan observasi, refleksi, analisis, dan pencarian makna. Konsep tersebut memiliki relevansi dengan prinsip-prinsip metode ilmiah modern, khususnya pada aspek observasi dan penalaran rasional. Namun demikian, berbeda dengan saintisme modern, tafakkur Qur’ani mengintegrasikan dimensi empiris dengan kesadaran etik dan spiritual. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan epistemologi Qur’ani dengan menempatkan tafakkur sebagai fondasi epistemologis yang holistik bagi pengembangan sains dalam perspektif Islam.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.