Teologi Islam Transformatif sebagai Kritik Epistemik atas Krisis Dikotomi Ilmu Sintesis Rasionalitas Modern dan Etika Pembebasan

Main Article Content

Miftha Dwi Chayati
Muvidatul Khusna
Duwi Adinda Zahra
Jafis Muzacky Reihan
Ali Hasan

Abstract

Krisis dikotomi ilmu antara agama dan sains dalam tradisi intelektual Islam kontemporer telah melahirkan fragmentasi epistemologis yang berdampak pada stagnasi pengembangan ilmu pengetahuan dan keterasingan teologi dari realitas sosial. Meskipun teologi modern berupaya merekonstruksi rasionalitas keagamaan melalui pendekatan historis-kritis, dan teologi pembebasan menekankan dimensi praksis serta keberpihakan pada kelompok tertindas, keduanya masih berjalan secara parsial dan belum menghasilkan sintesis epistemik yang integratif. Kesenjangan penelitian terletak pada belum adanya formulasi teologis yang secara simultan mampu menjembatani rasionalitas modern, etika pembebasan, dan kerangka epistemologi keilmuan yang transformatif. Artikel ini bertujuan merumuskan Teologi Islam Transformatif sebagai kritik epistemik atas krisis dikotomi ilmu melalui sintesis rasionalitas modern dan etika pembebasan. Pendekatan teoritis yang digunakan adalah integrasi antara filsafat ilmu, teologi kritis, dan etika Islam, dengan metode penelitian kualitatif-konseptual berbasis analisis kritis, komparasi teoritik, dan sintesis konseptual terhadap literatur klasik dan kontemporer. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa teologi Islam harus direposisi dari sekadar diskursus normatif-metafisik menjadi kerangka epistemologis yang integratif, praksis, dan berorientasi pada transformasi sosial. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada formulasi paradigma teologi Islam transformatif yang mengintegrasikan wahyu, rasio, dan realitas sosial dalam satu kerangka epistemik transdisipliner. Novelty artikel ini adalah pergeseran dari teologi dualistik menuju teologi integratif-transformatif yang berfungsi sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai, sekaligus sebagai instrumen pembebasan dalam menghadapi tantangan global kontemporer.

Article Details

Section
Articles