Implementasi Prinsip Checks and Balances melalui Penguatan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Main Article Content

Lia Mastaria
Roslan Ishak
Mahmud Ahmad
Nurwita Ismail

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Indonesia pasca amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dengan menitikberatkan pada relasi kewenangan antar lembaga negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amandemen UUD 1945 telah memperkuat prinsip checks and balances secara normatif melalui redistribusi kewenangan antara cabang eksekutif, legislatif, dan yudisial, khususnya dengan pembatasan kekuasaan presiden serta penguatan peran Dewan Perwakilan Rakyat dan Mahkamah Konstitusi. Namun demikian, efektivitas prinsip tersebut dalam praktik masih menghadapi kendala, antara lain ketidakseimbangan kewenangan antara DPR dan Dewan Perwakilan Daerah serta kecenderungan politisasi fungsi pengawasan DPR. Di sisi lain, Mahkamah Konstitusi berperan strategis dalam menjaga keseimbangan kekuasaan melalui fungsi pengujian undang-undang dan penyelesaian sengketa kewenangan lembaga negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan prinsip checks and balances di Indonesia tidak hanya memerlukan penyempurnaan desain normatif konstitusi, tetapi juga konsistensi penegakan konstitusi dan penguatan budaya konstitusional dalam praktik ketatanegaraan.

Article Details

How to Cite
Implementasi Prinsip Checks and Balances melalui Penguatan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. (2026). Equality: Law and Social, 1(3), 194-197. https://ejournal.risetanakbangsa.id/jhs/article/view/706
Section
Articles

How to Cite

Implementasi Prinsip Checks and Balances melalui Penguatan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. (2026). Equality: Law and Social, 1(3), 194-197. https://ejournal.risetanakbangsa.id/jhs/article/view/706

References

Asmara, G., Nugroho, B., & Lestari, R. (2019). Penguatan fungsi legislasi DPR pasca amandemen UUD 1945. Jurnal Konstitusi, 16(2), 245–266.

Ginsburg, T., & Huq, A. Z. (2018). How to Save a Constitutional Democracy. University of Chicago Press.

Herlinanur, R., Pratama, A., & Sari, M. (2024). Reformasi konstitusi dan penguatan checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Hukum Dan Pembangunan, 54(1), 1–22.

Hirschl, R. (2014). Comparative Matters: The Renaissance of Comparative Constitutional Law. Oxford University Press.

Sastra, I. G. A. (2017). Relasi kekuasaan lembaga negara dalam perspektif konstitusional. Jurnal Legislasi Indonesia, 14(2), 189–205.

Saunders, C. (2017). Bicameralism in Federal Systems. In A. Peters & H. Hestermeyer (Eds.), The Max Planck Handbook of Comparative Constitutional Law. Oxford University Press.

Sunarto. (2016). Checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 23(4), 587–606.

Tushnet, M. (2015). Advanced Introduction to Comparative Constitutional Law. Edward Elgar Publishing.

Wicaksono, A. (2021). Desain Checks and Balances Pasca Amandemen UUD 1945 dan Problem Penguatan DPD. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 28(3), 453–472.

Wicaksono, D. A. (2021). Dewan Perwakilan Daerah dan problem bikameralisme di Indonesia. Jurnal Hukum Tata Negara, 9(2), 113–134.

Widodo, J. (2020). Fungsi pengawasan DPR dalam sistem presidensial Indonesia. Jurnal Konstitusi, 17(1), 45–66.

Yokotani, T. (2018). Constitutional reform and democratization in Indonesia. Asian Journal of Comparative Law, 13(1), 1–20.