Analisis Kedudukan Akad Musyarakah Tidak Tertulis dalam Pandangan Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia

Main Article Content

Tazki Aziz Kurniawan Baeha
Ayu Rahmadani Siregar
Kaniya Amirah Barkah Daulay
Parhan Arroihan Rambe
Nur Sania Dasopang

Abstract

Praktik kerja sama usaha berbasis akad musyarakah masih banyak dilakukan dalam masyarakat Indonesia, khususnya pada sektor usaha mikro dan tradisional. Dalam praktiknya, akad musyarakah kerap dilaksanakan secara lisan tanpa dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis, dengan berlandaskan kepercayaan dan kebiasaan setempat. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan yuridis terkait kedudukan dan keabsahan akad musyarakah tidak tertulis, baik menurut hukum Islam maupun hukum positif Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan akad musyarakah yang tidak dibuat secara tertulis dengan meninjau kesesuaiannya terhadap rukun dan syarat akad dalam fikih muamalah, ketentuan perjanjian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, serta kekuatan pembuktiannya dalam praktik peradilan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan normatif dan konseptual, melalui telaah terhadap literatur fikih muamalah, peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum Islam, akad musyarakah tidak tertulis tetap sah selama memenuhi rukun dan syarat akad, meskipun pencatatan tertulis dianjurkan untuk menghindari sengketa. Sementara itu, dalam hukum positif Indonesia, perjanjian lisan pada prinsipnya diakui keabsahannya, namun memiliki kelemahan dari aspek pembuktian apabila terjadi perselisihan. Temuan ini menunjukkan adanya titik temu antara hukum Islam dan hukum positif dalam mengakui keberlakuan akad lisan, sekaligus menegaskan relevansi konsep living law dalam praktik kerja sama usaha masyarakat.

Article Details

How to Cite
Analisis Kedudukan Akad Musyarakah Tidak Tertulis dalam Pandangan Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. (2026). Equality: Law and Social, 1(3), 131-140. https://ejournal.risetanakbangsa.id/jhs/article/view/593
Section
Articles

How to Cite

Analisis Kedudukan Akad Musyarakah Tidak Tertulis dalam Pandangan Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. (2026). Equality: Law and Social, 1(3), 131-140. https://ejournal.risetanakbangsa.id/jhs/article/view/593

References

Al-Kasani, A. (2018). Bada’i al-Sana’i fi Tartib al-Syara’i (Juz 5). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Qaradawi, Y. (2018). Fiqh al-‘Urf: Daur al-‘Adah fi Tasyri‘al-Islami. Kairo: Dar al-Syuruq.

Al-Qaradawi, Y. (2020). Fiqh al-Mu‘amalat al-Maliyah. Kairo: Maktabah Wahbah.

Al-Sarakhsi, M. A. (2018). Al-Mabsuth (Juz 22). Beirut: Dar al-Ma‘rifah.

Arifin, Z. (2022). Living law dan relevansinya dalam pembangunan hukum nasional. Jurnal Sosiologi Hukum, 3(1), 43-59.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2018). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Ehrlich, E. (2021). Fundamental Principles of the Sociology of Law. Oxford: Oxford University Press.

Fajar, M., & Achmad, Y. (2020). Dualisme Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris. Jakarta: Kencana.

Faruq, A. (2021). Pencatatan akad dalam perspektif fiqh muamalah kontemporer. Jurnal Syariah dan Hukum, 10(3), 201-220.

Griffiths, J. (1986). What is legal pluralism? Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 24(1), 1-55.

Hamzah, R. (2020). Validitas akad lisan dalam transaksi ekonomi syariah. Jurnal Hukum Islam, 8(1), 155-173.

Hamzah, R. (2020). The validity of oral contracts in Islamic business law: A comparative study. Journal of Islamic Law Studies, 7(2), 155-173.

Haneef, M. A. (2021). Contemporary Islamic Finance: Principles, Practices, and Problems. Kuala Lumpur: IIUM Press.

Hooker, M. B. (2008). Indonesian Syariah: Defining a National School of Islamic Law. Singapore: ISEAS Publishing.

Ibn Qudāmah. (2017). Al-Mughnī (Jilid IV). Beirut: Dar al-Fikr.

Kamali, M. H. (2019). Principles of Islamic Jurisprudence. Cambridge: Cambridge Islamic Texts Society.

Karim, A. A. (2020). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Karim, A. A. (2020). Ekonomi Islam: Suatu Kajian Kontemporer. Jakarta: Gema Insani.

KUH Perdata Pasal 1905 tentang pengakuan sebagai alat bukti yang sempurna.

Mahfud MD, M. (2021). Politik Hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Mariam Darus Badrulzaman. (2020). KUH Perdata Buku III tentang Perikatan dengan Penjelasan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Nurhayati, S. (2020). Penerapan akad musyarakah dalam usaha mikro syariah. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 7(2), 55-70.

Putri, D. (2020). Trust-based relationship in oral business agreements: Socio-legal review. Indonesian Law Review, 10(2), 287-305.

Putri, N. (2020). Perjanjian lisan dalam praktik dagang tradisional di pasar lokal. Jurnal Hukum Sosial, 2(1), 33-48.

Putusan Mahkamah Agung Nomor 203 K/Sip/2000 tentang pembuktian perjanjian lisan.

Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2954 K/Pdt/2018 tentang sengketa kerja sama usaha lisan.

QS. Al-Baqarah: 282.

Rahman, M. (2021). Keabsahan akad lisan dalam fikih muamalah. Jurnal Fiqh dan Hukum Islam, 6(1), 1-15.

Ramadhan, F. (2021). Kekuatan pembuktian perjanjian lisan di pengadilan. Jurnal Yurisprudensi, 9(3), 221-235.

Ramadhan, M. (2021). Sosiological consideration in Islamic business dispute settlement. Jurnal Peradilan Agama Indonesia, 9(2), 215-232.

Soekanto, S. (2020). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soemitro, R. (2021). Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Subekti, R. (2019). Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Subekti, R. (2019). Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.

Suwito, R. (2022). Pembuktian perjanjian lisan dalam sengketa perdata di Indonesia: Telaah normatif dan empiris. Jurnal Hukum Progresif, 14(1), 59-78.

Wahbah al-Zuhaili. (2019). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Juz 4). Damaskus: Dar al-Fikr.

Wahbah al-Zuhaili. (2019). Nazariyyah al-‘Aqd fi al-Fiqh al-Islami. Damaskus: Dar al-Fikr.

Wicaksono, A. (2019). Kekuatan hukum perjanjian lisan dalam perspektif KUHPerdata. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 49(3), 412-430.

Wicaksono, D. (2019). Keabsahan perjanjian lisan dalam perspektif KUHPerdata. Jurnal Ilmu Hukum Indonesia, 5(2), 150-168.

Wignjosoebroto, S. (2020). Hukum dalam Masyarakat: Suatu Pengantar Sosiologi Hukum. Jakarta: Kencana.

Zainuddin, A. (2020). Metodologi Penelitian Hukum Islam. Yogyakarta: Deepublish.

Zuhaily, W. (2019). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Juz 4). Damaskus: Dar al-Fikr.