Rekonseptualisasi Hak Korban dalam Mekanisme Keadilan Restoratif Pasca Pembaruan Hukum Pidana Nasional

Main Article Content

Anjelius Bu'ulolo
Juan Ferius Situmeang
Ahmad Firdaus
Muhammad Dani

Abstract

Pembaruan hukum pidana nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban memperkuat orientasi pemulihan dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Namun, praktik keadilan restoratif yang berkembang melalui regulasi sektoral masih berisiko menempatkan korban hanya sebagai pemenuh syarat administratif perdamaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelemahan pengaturan hak korban dalam penyelesaian perkara pidana berbasis keadilan restoratif dan merumuskan model rekonseptualisasi yang berorientasi pada pemulihan korban. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif melalui penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem utama terletak pada fragmentasi regulasi, lemahnya daya eksekutorial restitusi, belum terstandarnya verifikasi persetujuan korban, serta risiko relasi kuasa dalam mediasi penal. Rekonseptualisasi yang ditawarkan meliputi penguatan restitusi sebagai kewajiban yang dapat dieksekusi, pelibatan Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban dalam asesmen kerentanan, mekanisme konfirmasi persetujuan korban yang bebas dari paksaan, serta pengawasan pasca-kesepakatan. Keadilan restoratif harus dipahami bukan sebagai jalan pintas penghentian perkara, melainkan sebagai mekanisme pemulihan yang menempatkan korban sebagai subjek utama keadilan pidana.


 

Article Details

How to Cite
Rekonseptualisasi Hak Korban dalam Mekanisme Keadilan Restoratif Pasca Pembaruan Hukum Pidana Nasional. (2026). Equality: Law and Social, 2(1), 66-76. https://doi.org/10.66618/caqeke08
Section
Articles

How to Cite

Rekonseptualisasi Hak Korban dalam Mekanisme Keadilan Restoratif Pasca Pembaruan Hukum Pidana Nasional. (2026). Equality: Law and Social, 2(1), 66-76. https://doi.org/10.66618/caqeke08

References

Akbar, A., Sakti, L. O. A., & Jafar, F. H. (2023). Penerapan restorative justice dalam perkara korupsi sebagai wujud peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan. Jurnal Ius Constituendum, 8(2). https://doi.org/10.26623/jic.v8i2.6822

Andini, O. G., Nilasari, & Eurian, A. A. (2023). Restorative justice in Indonesia corruption crime: A utopia. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 31(1), 72-90. https://doi.org/10.22219/ljih.v31i1.24247

Ardiansyah, I. (2025). Taking restitution seriously? Victim-oriented gaps in the criminal justice system and the role of professional social workers. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 10(1). https://doi.org/10.15294/ijcls.v10i1.19636

Candra, S. (2013). Restorative justice: A review of criminal law reform in Indonesia. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 2(2), 263-277. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v2i2.76

Capera, B. (2021). Keadilan restoratif sebagai paradigma pemidanaan di Indonesia. Jurnal Lex Renaissance, 6(2), 225-234. https://doi.org/10.20885/jlr.vol6.iss2.art1

Daly, K. (2016). What is restorative justice? Fresh answers to a vexed question. Victims & Offenders, 11(1), 9-29. https://doi.org/10.1080/15564886.2015.1107797

Eddyono, S. W. (2021). Restorative justice for victim's rights on sexual violence: Tension in law and policy reform in Indonesia. Journal of Southeast Asian Human Rights, 5(2), 176-201. https://doi.org/10.19184/jseahr.v5i2.28011

Flora, H. S. (2022). Restorative justice in the new Criminal Code in Indonesia: A prophetic legal study. Rechtsidee, 10(2). https://doi.org/10.21070/jihr.v11i0.836

Gang, D., Loff, B., Naylor, B., & Kirkman, M. (2021). A call for evaluation of restorative justice programs. Trauma, Violence, & Abuse, 22(1), 186-190. https://doi.org/10.1177/1524838019833003

Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Indonesia. (2025). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Indonesia. (2026). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.

Kejaksaan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Kepolisian Negara Republik Indonesia. (2021). Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Latimer, J., Dowden, C., & Muise, D. (2005). The effectiveness of restorative justice practices: A meta-analysis. The Prison Journal, 85(2), 127-144. https://doi.org/10.1177/0032885505276969

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2024). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pedoman Mengadili Perkara Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Malau, P. (2023). Tinjauan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru 2023. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 837-844. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2815

Marasabessy, F. (2015). Restitution for crime victims: An offering new mechanism. Jurnal Hukum & Pembangunan, 45(1), 53-75. https://doi.org/10.21143/jhp.vol45.no1.9

Nascimento, A. M., Andrade, J., & de Castro Rodrigues, A. (2023). The psychological impact of restorative justice practices on victims of crimes: A systematic review. Trauma, Violence, & Abuse, 24(3), 1929-1947. https://doi.org/10.1177/15248380221082085

Nasution, N. P. A., Jubair, & Wahid, A. (2022). The restorative justice: Ideality, reality, and problems in the Indonesia criminal justice system. Rechtsidee, 10(2). https://doi.org/10.21070/jihr.v11i0.775

Sherman, L. W., Strang, H., Mayo-Wilson, E., Woods, D. J., & Ariel, B. (2015). Are restorative justice conferences effective in reducing repeat offending? Findings from a Campbell systematic review. Journal of Quantitative Criminology, 31(1), 1-24. https://doi.org/10.1007/s10940-014-9222-9

Strang, H., Sherman, L. W., Mayo-Wilson, E., Woods, D., & Ariel, B. (2013). Restorative justice conferencing (RJC) using face-to-face meetings of offenders and victims: Effects on offender recidivism and victim satisfaction. A systematic review. Campbell Systematic Reviews, 9(1), 1-59. https://doi.org/10.4073/csr.2013.12

Sulistiani, L. (2022). Problematika hak restitusi korban pada tindak pidana yang diatur KUHP dan di luar KUHP. Jurnal Bina Mulia Hukum, 7(1), 81-101. https://doi.org/10.23920/jbmh.v7i1.948

Van Camp, T., & Wemmers, J. A. (2013). Victim satisfaction with restorative justice: More than simply procedural justice. International Review of Victimology, 19(2), 117-143. https://doi.org/10.1177/0269758012472764

Wahid, A. (2021). Restorative justice arrangements in the Indonesian criminal justice system: A contribution of thoughts. Rechtsidee, 8. https://doi.org/10.21070/jihr.v8i0.778

Walgrave, L., Aertsen, I., Parmentier, S., Vanfraechem, I., & Zinsstag, E. (2013). Why restorative justice matters for criminology. Restorative Justice, 1(2), 159-167. https://doi.org/10.5235/20504721.1.2.159

Waluyo, B. (2015). Relevansi doktrin restorative justice dalam sistem pemidanaan di Indonesia. Hasanuddin Law Review, 1(2), 210-226. https://doi.org/10.20956/halrev.v1i2.80

Weitekamp, E. G. M., & Parmentier, S. (2016). Restorative justice as healing justice: Looking back to the future of the concept. Restorative Justice, 4(2), 141-147. https://doi.org/10.1080/20504721.2016.1197517

Wijaya, I. A., & Purwadi, H. (2018). Pemberian restitusi sebagai perlindungan hukum korban tindak pidana. Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 6(2), 93-111. https://doi.org/10.20961/hpe.v6i2.17728

Wood, W. R., & Suzuki, M. (2024). Getting to accountability in restorative justice. Victims & Offenders, 19(7), 1400-1423. https://doi.org/10.1080/15564886.2024.2333304

Wulandari, C., Cahyanto, L. T., Winarsih, Rahayu, D. P., & Hassan, M. S. (2025). Restorative justice-based criminal case resolution: A study at restorative justice houses in Yogyakarta. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 10(1), 239-266. https://doi.org/10.15294/ijcls.v10i1.24071