Eskalasi Konflik Agraria di Era Prabowo-Gibran: Analisis Dampak Kebijakan Pembangunan dan Investasi pada 2024-20255
Main Article Content
Abstract
Selama periode 2024–2025, kekerasan akibat konflik agraria di Indonesia jelas tidak menurun karena percepatan kebijakan pembangunan nasional di tengah berbagai investasi berskala besar dan proyek-proyek strategis di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Konteks seperti ini telah memicu banyak konflik terkait penguasaan lahan, kepemilikan, penggunaan, dan manfaatnya yang beragam yang melibatkan masyarakat, Negara Nasional, dan Korporasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eskalasi konflik agraria pada era Prabowo-Gibran serta melihat sejauh mana perkembangan dan kebijakan investasi agraria terjadi dalam konflik-konflik agraria tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi dokumen yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, laporan lembaga pemerintah, publikasi organisasi masyarakat sipil, artikel ilmiah, dan berbagai sumber data sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konflik agraria dipengaruhi oleh percepatan pembangunan infrastruktur, perluasan kawasan industri dan proyek strategis nasional, investasi di sektor pertambangan dan perkebunan, serta lemahnya perlindungan hak atas tanah masyarakat lokal dan masyarakat adat. Selain itu, ketidaksinkronan regulasi, tumpang tindih perizinan, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan turut memperbesar potensi sengketa. Temuan penelitian juga mengindikasikan bahwa konflik agraria tidak hanya berdampak pada aspek hukum dan sosial, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas investasi, keberlanjutan pembangunan, dan perlindungan hak asasi manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan reformasi agraria, harmonisasi regulasi, peningkatan transparansi perizinan, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih adil dan partisipatif guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Aksinudin, S. (2023). Implikasi pertanahan dalam penanganan konflik agraria di Indonesia. Jurnal Litigasi, 24(2), 184–204. https://doi.org/10.23969/litigasi.v24i2.9804
Alan, M. F. (2024). Restorative justice and agrarian reform conflict resolution. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 10(1), 97–109. https://doi.org/10.31292/bhumi.v10i1.773
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. (2024). Catatan akhir tahun 2024 AMAN. AMAN. https://aman.or.id/filemanager/files/CATAHU%202024%20-%20final.pdf
Arifin, B. (2005). Pembangunan pertanian: Paradigma kebijakan dan strategi revitalisasi (Y. B. Sudarmanto, Ed.). PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Bernstein, H. (2019). Dinamika kelas dalam perubahan agraria (Edisi revisi). INSISTPress.
Borras Jr., S. M., & Franco, J. C. (2012). Global land grabbing and trajectories of agrarian change: A preliminary analysis. Journal of Agrarian Change, 12(1), 34–59. https://doi.org/10.1111/j.1471-0366.2011.00339.x
Borras Jr., S. M., & Franco, J. C. (2013). Global land grabbing and political reactions “from below.” Third World Quarterly, 34(9), 1723–1747. https://doi.org/10.1080/01436597.2013.843845
Borras Jr., S. M., Hall, R., Scoones, I., White, B., & Wolford, W. (2011). Towards a better understanding of global land grabbing: An editorial introduction. The Journal of Peasant Studies, 38(2), 209–216. https://doi.org/10.1080/03066150.2011.559005
Cotula, L. (2013). The great African land grab? Agricultural investments and the global food system. Zed Books. https://doi.org/10.5040/9781350223196
Fahmi, C. (2024). The application of international cultural rights in protecting Indigenous peoples’ land property in Indonesia. AlterNative: An International Journal of Indigenous Peoples, 20(1), 157–166. https://doi.org/10.1177/11771801241235261
Fahmi, C., & Armia, M. S. (2022). Protecting Indigenous collective land property in Indonesia under international human rights norms. Journal of Southeast Asian Human Rights, 6(1), 1–25. https://doi.org/10.19184/jseahr.v6i1.30242
Fairhead, J., Leach, M., & Scoones, I. (2012). Green grabbing: A new appropriation of nature? The Journal of Peasant Studies, 39(2), 237–261. https://doi.org/10.1080/03066150.2012.671770
Hall, D., Hirsch, P., & Li, T. M. (2011). Powers of exclusion: Land dilemmas in Southeast Asia. University of Hawai‘i Press.
Harsono, B. (2008). Hukum agraria Indonesia: Sejarah pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, isi, dan pelaksanaannya (Edisi revisi). Djambatan.
Kartika, D. (2026, Januari 16). Tancap gas di jalur yang salah, paradoks kebijakan agraria Prabowo Gibran 2025. Konsorsium Pembaruan Agraria. https://www.kpa.or.id/2026/01/tancap-gas-di jalur-yang-salah paradoks-kebijakan-agraria-prabowo-gibran-2025/
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2025). Peta jalan penyelesaian konflik agraria berbasis hak asasi manusia. Komnas HAM RI.
Konsorsium Pembaruan Agraria. (2023). Catatan akhir tahun 2023: Dekade krisis agraria: Warisan Nawacita dan masa depan reforma agraria pasca perubahan politik 2024. Konsorsium Pembaruan Agraria. https://www.kpa.or.id/image/2024/01/catahu-2023-kpa.pdf
Lestari, A. (2025). Politik agraria: Sejarah, perkembangan, dan konflik. Kreasi Cendekia Pustaka.
Li, T. M. (2011). Centering labor in the land grab debate. The Journal of Peasant Studies, 38(2), 281 298. https://doi.org/10.1080/03066150.2011.559009
Li, T. M. (2014). Land’s end: Capitalist relations on an Indigenous frontier. Duke University Press. https://doi.org/10.1515/9780822376460
Martadikusuma, A. D. (2025). Eskalasi konflik agraria Muara Kencana: Implikasi penegakan hukum dan pertikaian yuridis tahun 2025. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 410–418. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1038
Nainggolan, P. P. (2013). Kapitalisme internasional dan fenomena penjarahan lahan di Indonesia. Jurnal Politica: Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional, 4(2), 225–262. https://doi.org/10.22212/jp.v4i2.324
Peluso, N. L., & Lund, C. (2011). New frontiers of land control: Introduction. The Journal of Peasant Studies, 38(4), 667–681. https://doi.org/10.1080/03066150.2011.607692
Pradhani, S. I. (2018). Traditional rights of Indigenous people in Indonesia: Legal recognition and court interpretation. Jambe Law Journal, 1(2), 177–205. https://doi.org/10.22437/jlj.1.2.177-205
Rachman, N. F. (2017). Petani & penguasa: Dinamika perjalanan politik agraria Indonesia. INSISTPress.
Ribot, J. C., & Peluso, N. L. (2003). A theory of access. Rural Sociology, 68(2), 153–181. https://doi.org/10.1111/j.1549-0831.2003.tb00133.x
Rifa’i, I. J., Purwoto, A., Ramadhani, M., Rusydi, M. T., Harahap, N. K., Mardiyanto, I., Churniawan, E., Junaedi, M., Agustiwi, A., & Saragih, G. M. (2023). Metodologi penelitian hukum. Sada Kurnia Pustaka.
Sulistyaningsih, R. (2021). Reforma agraria di Indonesia. Perspektif, 26(1), 57–64. https://doi.org/10.30742/perspektif.v26i1.753
Suwarno, E. (2025). Politik kehutanan: Dinamika kekuasaan, regulasi, dan tata kelola Indonesia. Penerbit Adab.
White, B., Borras Jr., S. M., Hall, R., Scoones, I., & Wolford, W. (2012). The new enclosures: Critical perspectives on corporate land deals. The Journal of Peasant Studies, 39(3–4), 619–647. https://doi.org/10.1080/03066150.2012.691879
Wiradi, G. (2009). Seluk beluk masalah agraria: Reforma agraria dan penelitian agraria (M. Shohibuddin, Ed.). STPN Press.
Wolford, W., Borras Jr., S. M., Hall, R., Scoones, I., & White, B. (2013). Governing global land deals: The role of the state in the rush for land. Development and Change, 44(2), 189–210. https://doi.org/10.1111/dech.12017
World Bank. (2020). World development report 2020: Trading for development in the age of global value chains.
World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1457-0
Zoomers, A. (2010). Globalisation and the foreignisation of space: Seven processes driving the current global land grab. The Journal of Peasant Studies, 37(2), 429–447. https://doi.org/10.1080/03066151003595325
Suprayogi, Y. (2026, Januari 16). Konflik agraria naik signifikan pada 2025, ada peran militer: KPA. Betahita.https://www.betahita.id/berita/11760/konflik-agraria-naik-signifikan-pada-2025-ada peran-militer-kpa